Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari Cegah Karhutla dan Banjir

Program TMMD

Jalan yang dibangun sepanjang 5.350 meter dalam program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari di Desa Sungaiterap, Kecamatan Kumpehulu, Kabupaten Muarojambi, dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir di kawasan persawahan milik warga.

Berdasarkan data Dansatgas TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari, Kolonel J Hadianto SIP MIP, Kabupaten Muarojambi mempunyai luas wilayah 526.400 Ha (5.264 KM), dengan 80 persennya berlahan gambut. Pada tahun 2015-2020 Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Muarojambi menjadi daerah yang rawan akan karhulta. Saat ini pun daerah tersebut menjadi atensi bagi TNI-Polri hingga instansi terkait lainnya.

Dengan luas 5.264 KM, diisi dengan jumlah penduduk sebanyak 365.651 jiwa yang mayoritasnya berprofesi sebagai petani dan berkebun.

“Dengan luas lahan hingga ribuan hektar, dan jumlah penduduk yang sedikit. Banyaknya perkebunan di daerah Muarojambi yang terbakar di kawasan tersebut,” kata Kolonel J Hadiyanto, kepada awak media, Selasa (30/3/2021).

Ditambahnya, jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari dengan tema “TMMD WUJUD SINERGI MEMBANGUN NEGERI” juga dapat menghubungkan dua desa yakni, Desa Sungaiterap Kecamatan Kumpehulu dan Desa Sungaigelam Kecamatan Sungaigelam.

Yang di mana, kata J Hadianto, sebelumnya kedua warga itu harus menempuh waktu hingga 3 jam untuk sampai ke kedua desa tersebut.

“Dengan adanya jalan ini, kedua warga Desa tersebut tidak perlu lagi untuk keliling dalam mengantarkan hasil taninya. Melainkan hanya dengan waktu 30 menit saja bisa sampai,” sambungnya.

Lanjut, untuk itu pihaknya memilih desa tersebut untuk dijadikan program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari.

Selain itu, Desa Sungaiterap sejak dua tahun lalu juga mengajukan program TMMD ke Pemerintah Kabupaten Muarojambi. 

“Jadi jalan ini dapat sebagai akses memadamkan api di kawasan hutan dan lahan ketika karhutla. Pada tahun 2019 pun, banyak titik yang terbakar, sehingga anggota harus berkeliling memadamkan api., dengan adanya akses jalan ini, anggota pun dapat mudah memadamkan api ketika karhutla,” tegasnya.

Program TMMD


Selain mengerjakan fisik, yakni membangun jalan. Pihaknya dalam program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari juga mengerjakan non fisik, yakni sosialiasi atau penyuluhan. Instansi terkait seperti Dinas Kehutanan dan Polres Muarojambi pun menjadi narasumber dengan materi penaganan karhutla.

“Kita juga menyusun kegiatan non fisik, untuk menghilangkan kebiasaan warga dalam membuka lahan dengan cara dibakar. Jadi kita dari teori hingga prakteknya dalam penaganan karhutla di Kabupaten Muarojambi,” terangnya.

Sementara itu, saat ketua tim Wasev Mabes TNI AD, Mayjen TNI Hadianto, meninjau jalan TMMD Kodim 0415/Batanghari di Desa Sungaiterap pada Sabtu (27/3/2020). Membenarkan, bahwa jalan yang dibangun Kodim 0415/Batanghari itu dapat mencegah terjadinya karhutla.

“Kita sangat mengapresiasi pekerjaan Kodim 0415/Batanghari dan mayarakat yang dapat membangun jalan ini. Jalan ini dapat mencegah terjadinya karhutla dan dapat juga sebagai akses lainnya ketika darurat, karena ini menghubungkan dua desa,” ungkap, Mayjen TNI Hadianto.

Lalu, Kepala Dinas PU PR Kabupaten Muarojambi, Yultasmi, mengaku, jalan tersebut pun dibangun di atas rawa dan tanah gambut dengan lebar 4 meter, sedangkan di tanah mineral selebar 8 meter.

Kemudian, dalam program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari di Desa Sungaiterap, dibangunkan sebanyak 4 jembatan kayu dan 1 gorong-gorong.

“Jalan ini sebanyak 4 jembatan kayu dibangun, 2 di antarnya di atas rawa-rawa,” terangnya.

Katanya, di rawa-rawa inilah sering terjadinya karhutlah. Untuk itu pihaknya membangunkan badan jalan dirawa tersebut.

“Ini rawa dan gambut yang sering terjadi karhutla. Jadi kita bangunkan jalan ini, agar masyarakat dapat juga berpartisipasi dalam pemadaman api,” sambungnya.

Katanya, selain itu karhutla, jalan yang dibangun di atas rawa tersebut juga sering terjadi banjir. Sehingga banyak warga Desa Sungaiterap sering gagal panen.

“Jadi jalan rawa yang dibangun ini dapat juga sebagai tanggul pencegah banjir. Ini kalau tidak ada jalan, airnya meluap terus,” sambungnya lagi.

Senada dengan Kadis PUPR Muarojambi, Kepala Seksi Perlindungan Hutan Kabuapten Muarojambi, Sulardi, mengatakan, saat menggelar kegiatan non fisik TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari, di kantor Desa Sungaiterap, menjelaskan, bahwa pihaknya mencoba mengubah kebiasaan warga yang membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kita sosialisasi untuk mengubah kebiasaan warga jangan membuka lahan dengan cara dibakar,” pungkasnya.

Lalu, ketua kelompok tani Desa Sungaiterap, Sabaini, menyatakan sangat terbantunya dengan pembangunan jalan yang dibangun di atas rawa tersebut. Katanya, jalan itu dapat mencegah  terjadinya banjir di persawahan Desa Sungaiterap.

“Jalan ini menimbut rawa-rawa dan membangunkan parit. Kalau tidak ada jalan ini padi kami bisa gagal karena banjir. Karena ada jalan ini pun dapat mencegah terjadinya banjir,” tandasnya.

Untuk Karhutla di kawasan lahan gambut Desa Sungaiterap, Kadus 2, Khusaini yang biasa disapa Bang Madon, menerangkan, kawasan gambut di Desa Sungaiterap cukup banyak, ketika musim kemarau, pihaknya tidak tahu siapa yang membakar lahan tersebut. 

Namun demikian, dengan adanya jalan ini, warga Desa Sungaiterap pun dapat juga berpartisipasi memadamkan api tersbebut.

“Tiba-tiba saja terbakar di lahan gambut itu, terkadang kami warga susah memadamkannya. Dengan adanya jalan ini kami dapat juga memadamkannya sebelum petugas datang,” terangnya.

Program TMMD

Terpisah, Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI M Zulkifli, saat ini tengah gencar-gencarnya bersosialisasi masalah Karhutla. Bahkan di tahun ini pun karhulta masih sering terjadi.

Katanya, dengan adanya program TMMD ke 110 Kodim 0415/Bataghari yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Sungaiterap menuju Desa Sungaigelam dapat sebagaian mencegah terjadinya karhutla.

“Jalan ini juga dapat sebagai akses penaganan karhutla, karena di Provinsi Jambi, Kabupaten Muarojambi, banyak titik-titik api yang harus dipadamkan, ketika jadi, jalan inilah sebagai aksesnya,” ungkapnya.

Sedangakn, Kades Desa Sungaiterap, Sairozi, sangat berterimakasih dengan adanya program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari yang telah menghubungkan dua desa. Pasalnya, banyak warganya yang berkebun harus memalui jalur lama yang memakan waktu hingga 3 jam untuk membawa hasil tani ke Desa Sungaigelam.

“Kami warga sangat berterimakasih. Warga kita banyak yang berkebun dan menjualnnya ke daerah Sungaigelam dan memakan waktu 3 jam. Saat ini ketika jadi hanya dengan waktu 30 menit saja. Dan tidak pula banyak uang yang harus dikeluarkan,” bebernya.

Post a Comment for "Program TMMD ke 110 Kodim 0415/Batanghari Cegah Karhutla dan Banjir"