Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bosan Dengan yang Hidup Monoton? ke Danau Tangkas Aja

Danau Tangkas

Bosan, merasa penat dan suntuk! dengan kehidupan yang monoton?. Butuh kesegaran dan kenyamanan?. Tentu saja, Itu yang diinginkan setiap orang. Tetapi di Kota Jambi ini mau ke mana coba?. Tenang saja, cukup luangkan waktu satu hari, maka semua gundah tadi akan hilang.

Danau Tangkas namanya, wisata alam yang asri dengan menyajikan hutan dan air sebagai penariknya. Danau Tangkas ini, tepatnya berada di Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Sekernan, Desa Tanjung Lanjut.

Dari Kota Jambi menuju Danau Tangkas kurang lebih 1 hingga 2 jam mengendarai sepeda motor atau mobil, dari jalan utama Kabupaten Muaro Jambi.

Namun jangan heran, untuk menuju ke Danau Tangkas track yang dilalui tidak terlalu bagus. Bahkan harus melewati satu perusahaan perkebunan sawit. Tetapi tenang saja, semuanya aman. Bak tempat indah yang tersembunyi, dibalik rintangan. Begitulah Danau Tangkas.

Setelah sampai di Danau Tangkas, kalian akan disajikan dengan pemandangan hamparan air dan hutan yang sangat luas. Tetapi jangan puas dulu, masih banyak spot-spot (tempat)  yang hendak dikunjungi. Dari Danau Tangkas, kalian akan mengendarai speed boat untuk menuju ke Pulau Tepus.

Nah, di Pulau Tepus ini yang menjadi titik awal petualangan. Di Pulau Tepus, kalian bisa menggunakan perahu tradisional “Sampan” untuk menggelilingi hutan dan air yang menyajikan pemandangan yang ramah lingkungan, angin yang sejuk. Selain itu, di Pulau Tepus juga tersedia rumah pohon dan wahana permainan, seperti; Banana Boat, Donat Boat, Bebek Dayung.

Dengan luas Danau Tangkas 400 hektar, kalian akan puas berkeliling. Tenang saja kalian tidak akan capek berjalan, karena menggunakan sampan, dan yang menjadi pendayungnya ada warga lokal yang ramah. Tetapi jangan lupa kasih uang tipsnya, hehehehe. Pada intinya penduduk lokal tidak akan meminta uang, tetapi atas dasar kesadaran sendiri.

Danau Tangkas2

Saat bekeliling menggunakan sampan, kalian akan masuk ke hutan air dengan nama yang unik. Di sana ada namanya hutan lorong perawan dan bujang. Mendengarnya saja kadang tertawa sendiri, unik kan?. Selain itu, di pertengahan perjalanan kalian juga akan disajikan dengan rumah pohon yang berada di atas air, bisa untuk beristrirahat dan berfoto-foto.

Biasanya, kaum-kaum milenial sengaja ke sana untuk bermalam di Pulau Tepus. Berharap di pagi hari mendengar kicauan burung dan angin sejuk yang tidak ada di tempat lain.

Primadonanya Danau Tangkas adalah hutan liontin, biasayna bermusim hanya dua kali dalam satu tahun, yakni di bulan Desember dan Juni. Di bulan itu, pohon putat namanya akan mengeluarkan bunga yang seperti liontin dan berguguran di sepanjang lorong perawan dan bujang menyebabkan air yang bening itu bewarna merah.

Kepala Desa setempat, Edi Sucipto (37) menjelaskan, dinamakan Danau Tangkas, karena wisata ini berada di dua Desa, yakni Tan dengan Desa  Tanjung Lanjut dan Kas dengan Desa Kaos yang masuk wilayah Kabupaten Batanghari. Diresmikan wisata Danau Tangkas ini pada 19 agustus 2018.
 
“Luas Danau Tangkas 400 hekta masuk Kabupaten Batanghari. Untuk luas Muaro Jambi 250an hektar. Saat ini baru  dikelola 20 hekta.  Rencana akan dilakukan pengembangan 120 hektar akan manfaatkan, wisatawan akan menggelilingi 250 hektar” ucapnya.

Ditambahnya, dinamani hutan lorong perawan dan bujang, dikarenakan saat masuk ke lorong itu sempit, sedangkan bujang, karena panjang dan lebar.

“biasaynya orang mendengar itu dia akan tertawa, katanya unik. Enaknya pagi dalam hutann ini, pagi suasananya sejuk dan ada suara burung. Untuk pohonya ada jenis putat, jambu air, kedelai, sepang, jarum-jarum,” tambahnya.

Kata Edi, biasanya yang terlihat ramai wisata Danau Tangkas pada waktu weekend atau akhir pekan, karena kaum milenial akan bermalam. Mereka membawa peralatan sendiri, seperti tenda dan makanan.

“Jika tidak punya tenda, kami juga menyewakannya. Di sini jangan takut kelaparan, di sini tersedia berbagai macam makan. Dari makanan berat dan ringan. Biasaya, milenial akan berkeliling di pagi hari, karena juga di sini udaranya sejuk dan kicauan burungnya banyak sekali,” kata Edi, selaku Kades di tempat tersebut.

Lebih lanjut Edi, menjelaskan, untuk masuk ke wisata Danau Tangkas dengan biaya belasa ribu saja. Sedangkan untuk rumah pohon sewanya perjam Rp 20 ribu. Untuk banana boat dan donat boat Rp 120 ribu untuk 6 orang.

Danau Tangkas1

“Untuk rumah pohon jika tidak ada yang ngantri, ya sepuasnya saja. Untuk banana dan donat boat sekali jalannya 12 ribu,” jelasnya.

Yang menjadi primadonanya Danau Tangkas ini adalah hutan liontinnya, jika sudah masuk bulan Desember dan Juni, pohon putat itu akan mengeluarkan bunga. Sedangkan air disekelilingnya bewarna merah.

“Kalau masuk bulan itu pasti ramai. Tetapi waktunya hanya 10 hari saja. Dan jika beruntung kalau arusnya tidak deras maka akan terlihat airnya bewarna merah. Dalam perjalanan menggunakan sampan juga terdapat rumah pohon yang di sana bisa beristrirahat dan tempat berfoto,” jelasnya lagi.

Kedepannya, Edi juga hendak membuat paket sarapan di atas air. Tetapi syaratnya harus bermalam di Danau Tangkas.

“Danau Tangkas ini orang bilang seperti Kalimantan atau hutan Amazon. Kedepannya saya mau membuat paket sarapan di dalam hutan di atas air. Di sana nanti akan ada orang yang berkeliling menggunakan sampan menjajakan makanan, seperti pasar terapung,” tandasnya.

Sementara itu, pengunjung wisata Danau Tangkas, Zafika, dirinya merasa puas dengan wisatanya, dengan jarak cukup dekat dirnya bisa melepas gundah.

“Aku tinggal di Kota Jambi. Meraso puas dengan wisata ini, karena jaraknya cukup mudah dan bisa pergi pulang. Di Kota Jambi menurut aku, blm ketemu wisata yang kayak ini. Ya jadilah, ngelepa penat di sini,” katanya, sambil tertawa-tawa.

Ditambahnya, dirinya sengaja datang ke Danau Tangkas unutk memasuki hutan lorong perawan dan bujang. Dilanjutkannya, saat memasuki hutan perawan, dirinya merasa takut. Tetapi dengan sendirinya ketakutan itu pergi karena mengingat nama yang unik itu.

“Jujur aku takut pertamo. Karno kiri kanan hutan kito di atas air. Tapi sebentar be hilang takutnyo, lantaran pemandangannyo bagusnya. Kito nyaman dibuatnyo. Tenang dalam hutan itu, ditambah abang yang dayungnyo baek dan namo lorongnyo pun unik. Jadi kito dibuat nyaman,” ungkapnya.

Dilanjutkannya lagi, jika pulang nanti, dirinya akan mengajak teman-temannya lagi untuk berkunjung ke sini.

“Kami baru beduo ni bang, besok-besok lah kami ajak kawan lagi, kalau wisata danau tangkas ini sangat rekomended nian lah,” terangnya.

Kedepan dirinya berencana bersama kawannya untuk bermalam di Danau Tangkas, dikarenakan dirinya merasa penasaran untuk melihat Danau Tangkas di pagi hari. Selain itu, ditambahnya yang lebih  penasaran dengan bunga liontni.

“Ya kata orang-orang yang sudah bermalam di sini, katanya pagi hari enak di sini. Udaranyo sejuk kicauan burung banyak, untuk ngelepas bosan, Itu yang buat penasaran. Tetapi yang lebih penasarannyo ingin sekali melihat bunga liontin dan air yang bewarna merah yang dikatakan orang-orang. Ya semoga be lah tercapai,” tutupnya.



Post a Comment for "Bosan Dengan yang Hidup Monoton? ke Danau Tangkas Aja"