Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terkurung di Rumah Sendiri, Pemkab Tak Berwenang Perbaiki Jalan Rusak


Miris, jalan umum yang berada di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur rusak parah. Bahkan jalan yang rusak parah tersebut membuat dua insiden yang kurang mengenakan.

Dua insiden tersebut yakni, ibu-ibu yang mengalami pendarahan usai melahirkan di puskesmas dan hendak dilarikan ke rumah sakit. Dan jenazah yang digotong sejauh 200 meter akibat jalan rusak.

Karena Sekerumit peraturan yang ada di Indonesia,Pemerintah Daerah atau Pemerintah Kabupaten setempat tidak dapat langsung memperbaiki jalan yang rusak tersebut, melainkan hanya melakukan perbaikan sementara. 

Hal ini tertunda dikarenakan Peraturan Perundang-Undangan Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.
Sebelum masuk ke Peraturan, sebaiknya dibaca terlebih dahulu kronologisnya.

Berikut Rangkumannya; 

Ibu yang Meninggal Usai Melahirkan, 

Jumarni (33) namanya, yang usai melahirkan anak kedua di Puskesmas dan mengalami pedarahan kemudian hendak di larikan ke rumah sakit.

Jumarni yang merupakan warga Desa Lambur Luar, Kabupaten Tanjung Jabung Timur itu,  terjebak macet di jalan yang rusak parah pada Minggu (3/1/2021). 

Saat itu, Jumarni terjebak macet di kawasan Desa Siau, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Kondisi jalan memang rusak parah, berlobang bahkan digenangi air.

Suami Jumarni, Assis, menjelasakan, "Jadi saat itu istri baru saja melahirkan anak kedua kami di puskesmas. Lalu saat setelah melahirkan, istri saya mengalami pendarahan yang cukup hebat, kemudian saya dilanjutkan larikan ke rumah sakit,” Awalnya mau pakai ambulans, tetapi karena menunggunya pasti lama, jadi dibawa pakai mobil milik keluarga," ujarnya, Selasa (5/1/2021) dilansir dari detikcom.
Kata Assis, jarak antara rumahnya ke rumah sakit sangatlah jauh. Namun, di tengah perjalannya, mereka terjebak macet karena jalan yang rusak parah.

"Lantaran karena kondisi jarak dari rumah saya ke rumah sakit sangat jauh apalagi kondisi jalanya juga kurang bagus katakanlah rusak ya. Jadi begitu, istri saya meninggal, tetapi saya tidak mau menyalahkan karena terjebak macet atau jalan rusak. Ya memang karena itu kehendak Allah," kata Assis.

Dilanjutkan Assis, mobil keluarga pengangkut istrinya itu saat menuju ke rumah sakit, sempat diberikan akses jalan oleh pengendara lainnya. Hanya saja, rumah sakit masih cukup jauh, Jumarni tidak bisa bertahan dan akhirnya nyawanya tidak tertolong.

"Kalau jarak dari rumah saya ke rumah sakit itu bisa memakan waktu kurang-lebih 3 jam. Tapi kalau jalan itu bagus saya rasa 1,5 jam cukup sampai di rumah sakit. Kalau jalan di Desa Siau itu rusak dan berlubang, bahkan lubangnya bisa sampai membuat mobil terpuruk," lanjutnya.

"Tetapi jujur ya, ini saya tidak mau menyalahkan jika meninggalnya istri saya karena macet lantaran jalan rusak. Ini mungkin sudah jalannya mau gimana lagi, ini sudah kuasa Allah kalau memang ajal istri saya disana. Ya saya ikhlas, mau diapakan lagi, apalagi kondisinya saat itu juga cukup parah dan pada saat mau dibawa ke rumah sakit ada bidan juga di sampingnya," tutupnya

Terpisah, Camat Muara Sabak Timur, Zulfaisal, menjelaskan, saat itu memang kondisi warganya sudah dalam kondisi kritis akibat pendarahan setelah melahirkan. 

"Ya gini ya, kondisi ibu itu memang sudah pendarahan yang cukup hebat saat melahirkan anaknya di puskesmas. Jadi tidak ada kaitannya terjebak macet gitu, kita juga tidak bisa memastikan juga kalau ibu itu meninggal karena terjebak macet. Karena kondisi ibu itu memang sudah mengalami pendarahan yang banyak, soalnya juga ada ditemani bidan kok, Pak, saat mau menuju ke rumah sakit," kata Zul, dikutip dari Detikcom.

Jenazah yang Digotong Akibat Jalan Rusak

Insiden Jenazah yang digotong ini pada Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Saat itu, jenazah digotong lantaran hujan yang mengguyur membuat jalan yang dilewatinya rusak parah, sehingga mobil ambulan yang membawa jenazah terjebak.

"Iya, jadi begini ceritanya, pada saat itu kita dapat informasi dari warga kalau ada mobil ambulans terjebak di jalan rusak. Mobil ambulans itu dari RS Jambi dengan membawa jenazah yang tinggal di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Rantau Rasau, dan kebetulan melintas di jalan Berbak, yang mana jalan itu rusak dan ada mobil yang juga ikut terpuruk, sehingga ada dari pihak Forkompimda dan warga di kecamatan langsung menandu jenazah itu," kata Kapolsek Berbak, Iptu H Cibro.

"Jenazah itu ditandu bukan sampai menuju rumah duka, tetapi ditandu sejauh hampir 200 meter lebih dari lokasi jalan yang rusak itu, karena mobil ambulans dari RS di Jambi tidak bisa melintas, apalagi di depannya juga ada mobil truk yang sedang terpuruk juga, sehingga akhirnya ditandulah jenazah itu menuju mobil ambulans dari puskesmas kecamatan yang berada di jalan yang bagus untuk kemudian dibawa ke rumah duka," ujar Cibro, Sabtu (16/1/2021)  masih dilansir dari detikcom.

Jalan Provinsi, Kabupaten Tidak Berwenang Untuk Memperbaiki

Dikarenakan Jalan yang rusak tersebut merupakan jalan Provinsi, Pemerintah Kabupaten pun tidak berhak untuk memberbaikannya, melainkan hanya melakukan perbaikan sementara.

Hal ini Dikatakan, Camat Berbak, M Yani, pasca insiden Jenazah digotong. Katanya, jalan di lokasi Kecamatan Berbak, Kabupaten Provinsi Jambi ini merupakan jalan alternatif dan yang berwenang adalah Pemerintah Provinsi Jambi.

Jadi, Pemerintah setempat bersama masayarakat dan Aparat setempat hanya melakukan perbaikan sementara. Diharapkannya, setelah dilakukan perbaikan sementara ini, Pemerintah Provinsi secepatnya untuk memperbaiki agar dapat membantu masyarakat.

Senada dengan Camat Berbak, Camat Muara Sabak Timur, Zulfaisal, pasca meninggalnya ibu-ibu usai melahirkan, menjelasakan, jalan tersebut memanglah jalan kami. Namun, bukanlah jalan Kabupaten, jalan itu merupakan jalan Provinsi.

Jadi itu kewenangan Provinsi. Namun pihaknya (Kabupaten) sudah berkomunikasi atas kerusakan jalan disana.

Pemerintah Provinsi Akan Memperbaiki Jalan

Usai insiden itu, Pemerintah Provinsi Jambi akan segera memperbaiki jalan. Khuhusnya jalan yang rusak di Tanjung Jabung Timur.

Di tahun 2021 ini, Pemerintah Provinsi Jambi, menyiapkan anggaran Rp 20 Miliar untuk perbaikan jalan yang rusak sepanjang 2,5 Km untuk spot jalan di Tanjung Jabung Timur.

Ditargetkan, jalan yang rusak akan dibeton.




Peraturan Tentang Jalan 

Jalan yang rusak di Kabupaten, jika itu merupakan jalan penghubung antar kabupaten-Kabupaten lainnya, Pemerintah Kabupaten setempat tidaklah dapat memperbaikanya, melainkan hanya bisa menambalnya. Dikarenakan itu merupakan wewenangnya Pemerintah Provinsi.

Hal itu dikatakan Undang-Undang Tentang Jalan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004.

Selain itu juga akan membuat ribet, jika yang digunakan untuk menambal menggunakan anggaran negara, maka Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tidak membenarkannya.

Menurut Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan,

Jalan Nasional adalah 
Jalan yang menjadi penghubung antar ibu kota provinsi. Status jalan nasional juga diberikan pada jalan strategis nasional dan jalan tol. Dalam hal ini tanggung jawab perawatan ada di tangan Presiden melalui Menteri.

Jalan Provinsi adalah
Jalan yang menghubungan ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota, antar ibu kota kabupaten/kota, dan jalan strategi provinsi. Kalau yang ini tanggung jawabnya Gubernur.

Jalan Kabupaten adalah
Jalan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan ibu kota kecamatan, antar ibu kota kecamatan, ibu kota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antar pusat kegiatan lokal, dan jalan strategis kabupaten. Jalan kabupaten juga merupakan jalan lokal untuk alternatif jalan nasional dan provinsi. Jalan Kabupaten ini disebut juga jalan states, yang bertanggung jawab adalah Bupati.

Jalan Kota adalah
Bagian dari jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antar pusat pelayanan dalam kota, pusat perlayanan dengan persil (perumahan atau perkebunan), antar persil, dan antar pusat pemukiman di kota. Adapun yang bertanggung jawab adalah Walikota setempat.

Jalan Desa adalah 
Jalan terkecil yang menghubungkan antar kawasan atau antar pemukiman. Kalau yang ini yang bertanggung jawab merawatnya adalah Kepala Desa. Pembangunanya bisa melalui Dana Desa atau Swadaya masyarakat.

Warga juga berhak untuk membatasi muatan kendaraan yang melewatinya untuk keawetan jalan. Pemerintah Kabupaten juga bisa memberikan bantuan melalui BKK, Bantuan Keuangan Khusus, yang biasanya diperjuangkan oleh Anggota DPRD setempat.

Nah begitulah sekerumit Peraturan yang ada.

Padahal, Pemerintah Kabupatenlah yang mengerti tentang jalannya. Namun tidak dapat bergerak bebas dan terikat Undang-Undang yang berlaku. Pemerintah Kabupaten layaknya terkurung di rumah sendiri.

Sumber Foto : Jambiekspose

Post a Comment for "Terkurung di Rumah Sendiri, Pemkab Tak Berwenang Perbaiki Jalan Rusak"