Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Cara Menjadi Advokat

Advokat

Di dalam dunia hukum, kita pasti sering mendengar istilah “Advokat”. Namun, tidak sedikit yang tahu istilah tersebut. Di dalam tulisan ini, saya akan mengupas tuntas hak, biaya atau honorarium advokat yang diatur dalam Undang-undang (UU) Advokat nomor 18 tahun 2003.

Pengertian Advokat

Berdasarkan Undang-Undang Advokat nomor 18 tahun 2003, di dalam Pasal 1 pengertian Advokat adalah, orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini.

Dalam ruang lingkup Advokat, Advokat dapat memberikan jasa dan bantuan hukum ke kliennya. Untuk jasa hukum dan bantuan hukum berbeda artinya di dalam UU Advokat.  Jasa hukum diatur dalam Pasal 1 ayat 2, adalah jasa yang diberikan Advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien.

Sedangkan bantuan hukum diatur dalam Pasal 1 ayat 9, adalah jasa hukum yang diberikan oleh Advokat secara cuma-cuma kepada Klien yang tidak mampu.

Advokat dapat menerima kliennya, seperti; orang, koorporasi atau badan hukum atau pun lembaga lain yang menerima jasa hukum dari Advokat.

Selain itu, Advokat sendiri juga dapat melakukan pembelaan diri. Di dalam UU Advokat dijelaskan dalam Pasal 1 ayat 6, yakni pembelaan diri adalah hak dan kesempatan yang diberikan kepada Advokat untuk mengemukakan alasan serta sanggahan terhadap hal-hal yang merugikan dirinya di dalam menjalankan profesinya ataupun kaitannya dengan organisasi profesi.

Pada dasarnya, Advokat dikenal pada zaman romawi kuno, yang di mana namanya saat itu preator. Saat itu, profesi preator dibilang profesi yang sangat mulia atau officium nobilium, pasalnya mereka memberikan bantuan hukum ke rakyat-rakyat yang tertindas. Seiring berjalannya waktu, nama tersebut berubah menjadi Advokat.

So, Advokat merupakan pekerjaan atau pun profesi yang sangat mulia. Selain itu, profesi Advokat juga merupakan manusia yang bebas, tanpa ada ikatan yang menggekangnya.

Untuk menjadi catatan, jika orang-orang dibudaki hukum atau dibodoh oleh oknum-oknum, sebaiknya disarankan untuk dapat berkonsultasi ke Advokat. Pada dasarnya, Advokat dapat memberi bantuan hukum secara Cuma-Cuma.

Cara Menjadi Advokat

Dalam UU Advokat, tidak sembarang orang berprofesi Advokat. Orang yang menjadi Advokat tentunya harus memiliki latar belakang pendidikan tinggi hukum dengan akreditas minimal B. Kemudian mengikuti pendidikan khuhus profesi Advokat yang dilaksanakan oleh organisasi Advokat.

Untuk mengikuti organisasi Advokat, di Indonesia sudah banyak. Kalian hanya tinggal memilihnya saja. Seperti Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dan Kogres Advokat Indonesia (KAI), tentunya masih banyak lagi.

Sesudah itu, kalian harus mengikuti ujian profesi Advokat. Jika lulus, selanjutnya akan dilakukan penyumpahan dan Pengangkatan Advokat. Untuk penyumpahan dilakukan di Pengadilan Tinggi di wilayahnya dan pengangkatan dilakukan oleh organisasi Advokat, dengan Salinan surat keputusan pengangkatan Advokat dari Mahkamah Agung dan Mentri.

Jasa dan Honorarium Advokat

Jika sudah berprofesi menjadi Advokat, kalian pasti tentunya tidak akan melanggar sumpah yang diucapkan atas agama yang kalian yakini.

Advokat mendapatkan imbalan hanya dari kliennya yang didampinginya dan tidak lebih.

Untuk nominalnya, dalam UU Advokat tidak dibatasi. Namun, harus disepakati oleh kedua belah pihak.

Namun demikian, Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada para pencari keadilan yang tidak mampu.


Post a Comment for "Pengertian dan Cara Menjadi Advokat"