Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menjadi Korban Perampokan, Eka Disekap Selama 2 Hari Dalam Kontainer

Seorang sopir kontainer pembawa Handphone menjadi korban perampokan, dia disekap dalam keadaan kepala ditutup karung, banhkan tangan dan kaki terikat dan terjebak selama dua hari.

Sopir tersebut bernama Eka, yang diterjebak di dalam box kontainer dengan nomor Polisi B 9284 FCD yang dibawanya dari Jakarta menuju Riua.

Kejadian tersebut diketahui pada Kamis (14/1/2021) kemarin, oleh warga Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.

Akibatnya, Eka harus menanggung kesakitan dan kehilangan ribuan handphone.

Kronologis

Usut punya usut, Ekayang merupakan warga asal Medan disekap oleh temannya sendiri yang bernama Rudi asal Palembang.

Eka menceritakan, awalnya pada Rabu (13/1/2021), orang tersebut menunmpang pada saat memasuki kawasan Palembang, Sumatera Selatan.  Menurutnya, orang itu mengakunya sebagai perintis dan penunjuk jalan.

Namun, Eka tidak mengetahui apakah orang tersebut sopir yang sama dari perusahaan. Eka pun mempercayainya dan menumpanginnya.

"Ya saya kenal, karena kita sama sama sopir. Niatnya memang mau bantu saya sebagai perintis dan penunjuk jalan, ya saya percaya saja tumpanginya," ujar Eka, dilansir dari Tribunjambi.

Dalam Perjalanan Sudah Mulai ada Konflik

Selama perjalanan dari Palembang, Eka tidak menaruh rasa curiga terhadap Rudi. Namun, pada saat di daerah Bayung Lincir, sudah mulai ada konflik.

Dikatakan Eka, sekitar pukul 23.00 WIB, saat di kawasan SPBU Pal 1, dirinya memberhentikan mobil dengan alasan hendak istrirahat. Namun Rudi tidak menurutinya, dan ingin membawa mobil, Eka pun menurutinya.

"Tiba di Bayung Lincir kami sudah mulai tidak ada kecocokan. Sekitar pukul 23.00 malam saya ajak istirahat dulu ketika tiba di SPBU Pal 1. Awalnya ia mau ngikut, tiba-tiba dia yang minta bawa mobil dengan alasan belum ngantuk dan tetap lanjutkan perjalanan menuju Riau. Ya saya ngikut saja," jelas Eka.

Lanjut Eka, Sekira pukul 03.00 WIB, dini hari, di kawasan Jalan Lintas Timur kilometer 41, Desa Bukit Baling, tiba-tiba mobi diberhentikan Rudi.

Kata Eka, dirinya sempat menanyakan ke Rudi kenapa mobil diberhentikan, Rudi pun mengatakan kalua dia hendak buang air kecil.

"Sempat saya tanya, kenapa berhenti di tempat sepi. alasannya mau kencing. Tetapi lama ditunggu kok dia belum muncul. Waktu itu saya masih posisi tertidur,” tandasnya.

Aksi Perampokan

Pada saat Eka tertidur dan Rudi pun tidak muncul. Eka tiba-tiba ditarik oleh dua orang yang tidak dikenalnya. Kedua orang tersebut pun juga mengancam jika tidak menuruti akan dipukul.

Hingga Eka dalam posisi terikat, temannya Rudi pun juga tidak dilihatnnya. Dalam posisi sudah terikat dan kepala sudah dibungkus karung, di situlah pelaku lancarkan aksinya, menguras semua ribuan unit handphone yang ada di mobil.

"Ya saya hanya pasrah saja, tidak ada perlawanan,” ucap Eka.

Setelah itu, pelaku pun melancarkan aksinya, setelah semua barang dipindahkan ke mobil pelaku,Eka pun dikurung dalam kontainer dengan posisi tangan dan kaki masih terikat.

”Itu sakit sekali pada saat terikat,” katanya lagi.

Meminta Pertolongan Dalam Posisi Terikat

Usai pelaku pergi, Eka pun berbagai macam usaha untuk bisa mendapatkan pertolongan. Mulai berteriak hingga menendang dinding mobil, berharap pengendara yang melintas dapat mendengarnya.

"Saya heran juga, kok seharian saya dalam mobil tak satupun orang yang berhenti untuk beri pertolongan. Saat itu sakit dan cemas saya rasakan, pokoknya saya banyak berdoa saja agar ada bantuan," akuinya.

Kata Eka, dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat mulai membengkak, ditambah rasa sakit, lapar dan haus yang dirasakan. Eka pun masih tetap berusaha, 

Dengan segalon air radiator cadangan yang berada di dekatnya Eka dapat menghilangkan rasa hausnya dan masih bisa untuk bertahan.

Dihitung Eka, sudah 13 jam dia di dalam mobil dan belum dapat bantuan. Namun demikian, usaha untuk meminta tolong masih dilakukannya. 

Untungnya di dalam kontrainer itu ada oli kotor dan secarik kertas. Dalam posisi terikat, Eka pun menulis minta pertolongan, kemudian diselipkannya di pintu mobil bagian belakang.

“Kamis (14/1/21) pukul 16.00 WIB, saya selamat dan mendapat pertolongan dari warga melintas,” tutupnya.

Terpisah, Kasubag Humas polres Muarojambi, AKP Amradi, membenarkan kejadian adanya korban penyekapan tersebut. Katanya, diduga korban perampokan.

"Korba sudah kita amankan di Polres Muarojambi, saat ini petugas kita dalam proses mencari keterangan, kronologis kejadian, serta pengungkapan pelaku," terangnya.

Sumber : Tribunjambi


Post a Comment for " Menjadi Korban Perampokan, Eka Disekap Selama 2 Hari Dalam Kontainer"