Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Polresta Jambi Tangkap Puluhan Handphone Black Market

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Tindak pidana tertentu (Tipidter) Polresta Jambi berhasil membongkar jaringan Handphone ilegal atau black market di Kota Jambi.

Dalam pembongkarannya, didapatkan satu tersangka inisial DS warfa Sumatera Barat dan barang bukti sebanyak 41 unit Handphone (Hp) merek Iphone.

Asal barang tersebut dari Singapura masuk ke Provinsi Sumatera Barat dan dikirimkan melalui ekspedisi ke Kota Jambi.

Di Kota Jambi, barang tersebut dijual di toko yang bernama SUMBAR. Usut punya usut, toko tersebut juga tidak mengantongi izin perdagangan.

Kasatreskrim Polresta Jambi, AKP Handres, mengatakan, puluhan HP ilegal tersebut diamankan dari toko Sumbar. Selain itu, barang tersebut juga tidak sesuai dengan syarat yang disyaratkan oleh Undang-Undang.

"Toko HP Sumbar yang melakukan tindak pidana barang ilegal. Selain itu toko Sumbar melakukan usaha perdagangan tanpa melakukan izin perdagangan," katanya, Jumat (18/12/2020).

Handres memaparkan, saat dicek sebanyak 41 unit Hp tersebut juga tidak terdaftar IMIE di Kemenprin (kementerian perindustrian) Republik Indonesia.  Akibatnya perbuatan ini negara mengalami kerugian sebesar Rp 852 juta.

"Itu menjadi bea masuk pajak masuk untuk negara. Negara rugi Rp 852 juta," paparnya.

Lebih lanjut Handres, barang ilegal tersebut berasal dari Sumatera Barat. Sedangkan toko Sumbar ini sudah beroperasi sekitar seama tujuh bulan di Kota Jambi.

"Toko ini menjual dengan harga di bawah rata-rata,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 62 (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a,i,j Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Pasal 104 Jo Pasal 6 ayat (1) atau Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdangangan. Diancam dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 M.


loading...

Post a Comment for "Polresta Jambi Tangkap Puluhan Handphone Black Market"