Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konflik Tanah Ulayat di kerinci, Empat Tersangka Dikenakan Pasal 170 KUHP


Empat tersangka yang ditangkap Polda Jambi dengan kasus penembakan saat terjadi konflik lahan Ulayat, antara Desa Semerap dan Desa Muak, Kabupaten Kerinci pada Oktober 2020 lalu, dikenakan Pasal 170 KUHP.

Empat orang tersebut, yakni; Agusli  alias (als) Agus Salim als Pal Desi, Anajmi als Pak Anggi als Ujang, Saripudin als Pak Kendri als Hayat, Iyon Pitris als Dion. Dan satu orang lagi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Atran als Pak Paisal.

Dari keempat tersangka, barang bukti yang diamankan berupa; 4 pucuk senjata laras panjang berjenis senapan angin PCP kaliber 8 MM, 8 pucuk senapan angin kaliber 4.5 MM, 58 butir peluru kaliber 8 MM dan 120 butir peluru kaliber 4.5 MM.

Keempatnya disangkan Pasal 170 KUHP, yang berbunyi;

(1) Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
(2) Yang bersalah diancam:
1 dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka;
2. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat;
3 dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika kekerasan mengakibatkan maut.
(3) Pasal 89 tidak diterapkan.

Dalam ungkap kasus Polda Jambi, diketahui akibat dari konflik tanah ulayat tersebut, 1 orang meninggal dunia dan 3 orang mengalami luka.

Untuk keempat tersangka ditangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda, Agusli sempat melarikan diri dan berhasil ditangkap di wilayah Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Anajmi ditangkap di pedalaman hutan Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Saripudin dan Iyon Pitris ditangkap di wilayah hukum Polres Kerinci.

Awal Mula Konflik

Berawal dari sengketa lahan tanah Ulayat pada Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB, kemudian terjadi pengrusakan tanaman kopi sekitar 300 batang milik warga desa Semerap yang dilakukan warga desa Muak.

Kemudian, tidak terima tanaman kopinya dirusak, pada Senin (25/10/2020) sekira pukul 11.00 WIB, warga desa Semerap melakukan penyerangan ke desa Muak. 

Pada saat mau memasuki desa Muak, warga desa Semerap dihadang dan ditembaki dengan senjata laras panjang jenis senapan angin. Atas perbuatan itu, 1 orang meninggal dunia dan 3 orang mengalami luka-luka.

Peran Tersangka

Untuk tersangka Agusli berperan sebagai pengrusak tanaman. Tersangka Anajmi melakukan penembakan yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia. Tersangka Saripudin yang menyebabkan korban luka berat dan pelaku Iyon Pitris yang menyediakan senjata, diduga Iyon juga memiliki hubungan dekat dengan tersangka lainnya.

Upaya yang Dilakukan 

Pihak Pemerintah setempat dan Kepolisian serta lembaga adat lainnya, telah melakukan mediasi antara kedua desa yang berkonflik. Warga desa Muak didenda kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Namun, hingga kini konflik tersebut belum dapat disimpulkan dan akan terus dilakukan mediasi. 


Post a Comment for "Konflik Tanah Ulayat di kerinci, Empat Tersangka Dikenakan Pasal 170 KUHP"