Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Usai Ritual Potong Ayam Hitam, Suara Babi Ngepet Jelas Terdengar


Malam itu, ketika mati lampu, suara Babi ngepet terdengar jelas di kantor balai desa, tempat mahasiswa KKN menginap.

Kisah ini pada tahun 2016 lalu, di sebuah desa Provinsi Jambi. Saat itu, 20 orang mahasiswi/mahasiswa terpilih secara acak membentuk satu posko. Yaitu, posko 52.

Di mana posko cowok dan cewek terpisah. 13 orang mahasiswa tinggal di aula balai desa. Sementara, 7 mahasiswi tinggal di rumah warga. Jarak antar posko kurang lebih 1 Kg.

Di balai desa itu, kurang lebih luasnya 10x20 m persegi. Tepat di pinggir jalan. Namun, jarak antara balai desa dengan rumah warga dibatasi dengan semak belukar. Di belakang balai desa langsung hutan yang luas.

Sebelum memasuki hal gaib, hari-hari kami menjalani seperti biasa. Mulai dari bercengkrama bersama warga sekitar, olah raga sore, malam bermain domino sampai pagi. Kemudian pas adzan subuh langsung tertidur.

Di saat KKN, mahasiswa/mahasiswi di perbolehkan untuk pulang ke rumah, dengan syarat sekali dalam seminggu.

Di posko itu, ada 2 orang yang hobi bergadang dan 1 orang yang rajin bangun pagi. Pada suatu ketika ke 3 orang tersebut mendapatkan jatah yang sama menginap di rumah masing-masing. Termasuk saya (yang hobi bergadang).

Nah, kejadian itu baru dimulai. Malam itu, mahasiswa yang tinggal di posko entah kenapa tidur lebih awal dari sebelumnya.

Satu motor yang terparkir di depan aula tersebut hilang. Kesadaran itu muncul sekitar pukul 7 pagi, ketika staf balai desa datang ke kantor.

Satu teman saya, terbangun. Kemudian mandi dan bermaksud untuk ikut membersihkan balai desa tersebut.

Sedang membersihkan balai desa, lantas dia langsung melihat ada yang janggal di tempat parkir motor, lantaran ada yang longgar di antaranya. Kemudian sontak dia terkejut, teman yang sedang tertidur itu ternyata motornya hilang.

Dia langsung membangunkannya, teman saya pun langsung melihat dan terkejut. Kemudian dia langsung melaporkannya ke staf balai desa tadi. Staf balai desa yang sedang mengotak-atik komputernya itu pun juga terkejut. Lantaran kejadian ini juga baru sekali di balai desa yang sudah biasa di tempani mahasiswa KKN.

Staf balai desa itu pun langsung menyelidikinya. Kemudian terlihat ada yang janggal, ternyata amper listrik ada yang sengaja menurunkannya untuk membuat mahasiswa tidur lebih awal.

Di grup WhatsApp posko 52, saat itu langsung ramai ketika mendapat kabar tersebut. Saya dan 2 orang yang pulang ke rumah pun langsung bergegas kembali ke posko, tiba di posko terlihat ada tambalan semen di tempat motor teman saya yang hilang tadi.

Saya pun bertanya, "Itu kenapa ada tambalan semen?".

"Sebelum kau datang, tadi ado yang motong ayam hitam. Kemudiab dikuburnyo di situ," kata kawan yang kehilangan motor.

Kemudian, saat malamanya, ada lagi ritual. Di belakang posko itu, ada seseorang yang sedang membakar kemenyan dengan berbagai bacaan.

Alih-alih banyak ritual agar mendapatkan motor, tetapi malah ganguan yang menghampiri.

Sekitar pukul 1 malam, saya dan dua orang teman sedang asik bercerita, tiba-tiba lampu mati. Suasana langsung gelap. Teman saya langsung mengidupkan lampu flas handponenya. Perasaan hanya biasa saja lantaran terlihat di sebelah posko lampu rumah tetangga juga mati.

Sedang asik bercerita, tiba-tiba terdengar suara orang berjalan. Sontak pembicaraan berhenti, namun mata di antara kami bertiga langsung bertapapan. Suara yang berjalan tadi pun semakin mendekat. Perasaan mulai aneh, satu teman saya, langsung berdiri dan berjalan ke dalam posko. Namun saya yang melihat teman berdiri itu, langsung berlari dan memicu 2 teman ikut berlari.

Sampai di dalam posko, kami bertiga hanya bertatap-tatapan. Suara yang tadi terdengar sudah menjauh. Perasaan pun mulai lega. Tetapi ketika sedang  berbicara lagi, ada suara aneh lagi terdengar. Di sela pembicaraan, tiba-tiba ada suara babi yang mengenduskan hidungnya.

"Ngrok, ngrok, ngrok".

Kami pun terdiam, suara babi itu terus terdengar, semakin dekat. Kami pun menyenterinya. Setiap kali disenter, suara hilang. Dimatikan senter suara terdengar. 

Seorang kawan, mengajak untuk mengecek ke belakang posko. Dengan modal satu senter, perlahan mengecek, suara itu tidak terdengar. Namun, ketika teman saya mematikan senter tersebut, suara babi ngepet itu terdengar jelas dan sedang berlari ke arah kami. Kami pun terkejut, tiba-tiba senter itu tidak hidup. Teman saya yang memegang senter tersebut langsung berlari. Sementara, saya pun juga ikut berlari. Namun, seorang teman saya di situ dia langsung pingsan.

Kami berdua pun, membangunkan teman lainnya. Kami ceritakan bahwa teman di belakang posko ada yang pingsan.

"Woi,woi bangun. Si Bima pingsan di belakang posko".

Beramai-ramai kami menjemput Bima di belakang posko dan mengotongnya ke dalam. Sekitar 30 menitan untuk membangun kan Bima.

Kemudian, lampu yang tadinya mati, kembali hidup. Bima pun terbangun dengan keringat yang bercucuran. Saat dia bangun bangun dia langsung berteriak.

Saat bangun, dia juga sesak nafas. Satu kawan langsung mengambilkan minum.

Bima bercerita, dia pingsan lantaran melihat ada seorang bekepala Babi dengan tanduk dan mata yang merah, berjalan mendekatinya.

Saat pingsan dia setegah sadar. Babi itu terus di dekatnya, hingga dia tidak sadar lagi.

Dipikiran saya dan teman lainya, bisa jadi disebabkan oleh hal-hal yang mistis ketika motor teman saya hilang. Sehingga mengundang mahluk-mahluk lain.

Saat pagi, kemudian kami pun bercerita ke Kepala Desa. Kepala Desa saat itu hanya mengatakan.

"Oh, babi itu masih ada ya. Saya kira dia sudah mati," dengan santainya, dia berbicara.

Kepala Desa saat itu, langsung menceritakan, babi ngepet itu biasanya memunculkan diri di tengah jalan sekitar pukul 1 malam. Banyak pengendara yang terjatuh bahkan meninggal di tempat. Yang diherankan, ketika ada kecelakaan, barang yang di bawa orang tersebut hilang. 

Kemudian, saat seseorang itu datang kemari dan mengusirnya. Babi ngepet itu tidak terlihat lagi bahkan tidak terdengar lagi. Sampai dia pergi pun babi ngepet itu pun juga tidak terdengar. Namun, ketika malam karena sudah terbiasa orang di sini masih ketakutan. Dan jarang untuk melintas.

Berarti, babi ngepet itu masih ada. Kepala Desa itu pun bertanya, "Kalian saat kehilangan motor, ada manggil orang ya untuk bakar kemenyan?".

"Iya pak, ada," kata teman saya.

Kepala Desa pun mengatakan, "Oh, dio cuman sekali itu lah. Habis itu pergi dionyo," kata Kepala Desa.

Kami pun berpikir. Masih ada yang disimpan dari Kepala Desa tersebut. Namun, kami tidak ingin menggalinya, asalkan kami masih selamat dan tidak diganggu babi ngepet.

Hingga KKN usai, ritual yang digunakan tidak membuahkan hasil. Hanya saja mendapatkan pengalaman.


loading...

Post a Comment for "Usai Ritual Potong Ayam Hitam, Suara Babi Ngepet Jelas Terdengar"