Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Melarikan Diri Selama 10 Bulan, DPO Kasus Korupsi UIN Ditangkap di Rumah Kontrakan

Selama kurang lebih 10 bulan melarikan diri, akhirnya tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dalam kasus korupsi pembangunan Auditorium UIN Sultan Thaha Saifudin Kota Jambi TA 2018 ditangkap, Rabu (25/11/2020).

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi (Wakajati) Jambi, Bambang Hariyanto, menyebutkan, RS (44) menjadi DPO sejak bulan Januari 2020 bersama-sama dengan Kristina atau sejak yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka. Namun dirinya tidak pernah menghadap Penyidik.  

“Atas pengakuannya ia berpindah-pindah tempat persembunyian dari Lampung ke Jakarta,” ungkapnya, di Kejati Jambi, Rabu (15/11/2020) malam.

Bambang menyebutkan, RS yang dalam kasus korupsi merupakan pihak swasta yang menjadi perantara pengalihan proyek pekerjaan dari Direktur PT.Lambok Ulina dengan John Simbolon kepada pihak swasta lain Kristina (yang telah dilakukan penuntutan ke Pengadilan Tipikor dan dihukum 7 tahun penjara).

Bambang menambahkan, tersagka RS akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor PN Jambi.

“Untuk sementara RS akan ditahan oleh Penyidik Pidsus Kejati Jambi selama 20 hari kedepan dengan dititipkan di Polresta Jambi,” terangnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, bahwa Tim Tangkap Buronan (TABUR) Kejaksaan Agung bersama tim tabur Kejati Jambi serta Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Jambi pada Rabu pagi, sekitar pukul pukul 07.30 WIB telah menangkap tersang RS di Kota Bogor.

“Tersangka ditangkap di rumah kontrakannya, kawasan Kecamatan Parung, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat,” tutupnya. 


loading...

Post a Comment for "Melarikan Diri Selama 10 Bulan, DPO Kasus Korupsi UIN Ditangkap di Rumah Kontrakan"