Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Tengah Pandemi Covid-19, Praktik Prostitusi Online Terjadi


Di tengah maraknya pandemi Covid-19, praktik prostitusi online melalui aplikasi MiChat malah terjadi di salah satu hotel Kota Jambi. Di antaranya didapatkan usia yang masih belia.

Praktik prostitusi online tersebut berhasil dibongkar Poltesta Jambi pada Rabu (25/11/2020), pada saat gelar operasi pekat (penyakit masyarakat) Siginjai II tahun 2020.

Pada saat memeriksa satu persatu kamar hotel, didapatkan 19 orang yang di antaranya 8 orang wanita dan 11 orang pria yang bukan suami istri. Selain itu, petugas juga mendapatkan alat kortrasepsi (kondom).

Usust punya usut, praktik prostitusi online tersebut di pasarkan dengan harga Rp 200-400 ribu, juga dikoordinirkan mucikari. 

Kasat Reskrim Polresta Jambi, AKP Handreas, melalui Kanit Reskrim, IPDA Esa, mengatakan bahwa pihaknya mengamankan sebanyak 19 orang pengunjung hotel yang terdiri dari 8 orang wanita dan 11 orang pria yang bukan suami istri.

Lanjut Esa, 8 orang wanita yang diamankan, 6 di antaranya yang menjajalkan dirinya melalui aplikasi MiChat.

 "6 orang wanita yang menjajalkan dirinya melalui aplikasi michat. Sangat kita sayangkan,  3 orang di antaranya masi di bawa umur,” katanya, Rabu (25/11/2020).

Esa menambahkan, pada saat melakukan pemeriksaan handphone dari 6 orang wanita tersebut, ternyata praktik prostisusi online tersebut terdapat mucikari yang usianya masih belia.

"Tadi sudah kita periksa satu persatu handphonenya dan kita temukan wanita yang masi dibawa umur menjadi mucikari berinisial DH (16),  yang menjual temannya berinisial MW (16),  di aplikasi michat,” tambahnya.

Sementara itu, dari pengakuan DH, dirinya memasarkan teman wanitanya melaui aplikasi MiChat, berdasarkan permintaan dari temannya, MW, dengan tarif Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu persatu kali berhubungan intim. 

"Teman saya MW ni ngubungin saya minta cariin tamu pak. Jadi saya pasarkan melalui aplikasi MiChat milik saya pak. Nanti kalau ada tamu saya dapat uang komisi dari MW pak,” bebernya. 

Usai gelar operasi pekat,  ke 19 orang yang terjaring langsung dibawa ke Polresta  Jambi, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pihak Reskrim Polresta Jambi akan melakukan kordinasi dengan Unit PPA Polresta Jambi.

Post a Comment for "Di Tengah Pandemi Covid-19, Praktik Prostitusi Online Terjadi"