Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anak Pocong Hadir Dalam Acara Puncak Agustusan



Malam itu, acara puncak 17 Agustusan, saat pembagian hadiah lomba, anak pocong hadir sambil tersenyum melihat kami di atas panggung.

Kisah ini saat saya berumur 10 tahun, usai melakukan sebuah perlombaan di daerah Jambi.

Di daerah saya dan kiranya di daerah lainnya, setahun sekali untuk memeriahkan 17 Agustus selalu mengadakan lomba. Di antaranya; balap karung, masukin paku ke botol, tarik tambang, panjang pinang, dll.

Sebenarnya, menurut saya di saat umur sekarang, acara perlombaan 17 Agustus itu tidak lah berfaedah. Karena, 17 Agustus adalah hari Kemerdekaan Indonesia, yang di mana pahlawan indonesia saat itu gugur untuk mempertahankan Nusantara dengan darah-darah di masa itu. 

Namun, saat ini kita memeriahkannya dengan menggelar lomba. Lantas tidak lah patut sebetulnya tanpa mengingat-ingat sejarah lagi.

Malam itu, sebelum meggelar acara puncak 17 Agusutus, para panitia tengah menyusun bangku dan bebereapa hadiah akan diberikan kepada anak-anak.

Tepat pukul 22.00 WIB, ketua panitia saat itu memanggil anak-anak yang memenangkan lomba balap karung.

Saat itu, saya mendapatkan hadiah yang utama lantaran pada lomba balap karung itu saya juara 1.

Lanjut, pada saat pembagian hadiah tarik tambang, sekitar pukul 23.30 WIB. Ketua panitia memanggil satu persatu anak-anak.

Sontak, ketua panitia itu berhenti bicara, sekitar 45 detik dengan tatapan kosong. Anak yang tadi sudah naik ke panggung memanggil ketua panitia itu dan terdengar dari mic yang dipegangnya.

"Pak, pak, kenapa diam?. Pak, pak lanjutkan panggil teman saya," ujarnya yang disebelah ketua panitia.

Anak tersebut saat itu belum sadar, bahwa ketua panitia melihat anak pocong tepat di bawah pohon.

Kemudian, ketua panitia tadi mencoba menyadarkan dirinya denga cara menggelengkan kepalanya dan dilanjutkannya memanggil anak-anak.

Pada saat nama saya dipanggil, saya merasa heran kenapa ketua panitia tadi terhenti berbicaranya.

Saya yang naik ke panggung, tepat di depan ketua panitia dengan pandangan yang saya, ternyata melihat anak pocong tersebut tengah melempot-lompat.

Ketua panitia tadi bilang kepada saya, "Kamu melihatnya yang di depan kita, di bawah pohon itu?" tanyanya.

"Lihat pak. Jadi gimana pak?" saya pula yang bertanya.

"Sudah biarin aja. Kita lanjutkan aja acaranya," kata Ketua panitia.

Malam itu selesai lah acara pembagian hadiah dan dilanjutkan dengan acara hiburannya.

Saya yang saat itu penasaran, mengajak teman-teman untuk melihat anak pocong tadi.

Pada saat kami melihatnya, anak pocong tadi terlihat jelas di wajahnya tengah tersenyum.

"Waduuh dianya tersenyum le," ucap temanku yang saat itu ketakutan.

"Nggak apa asal dia jangan mendekat. Biarin aja dia tersenyum melihat kita," ucap aku yang saat itu mencoba menenangkannya.

Kemudian, setelah beberapa jam kami melihat anak pocong yang kadang melompat kadang tersenyum tadi, tiba-tiba menghilang lantaran acara yang digelar tadi usai.

loading...

Post a Comment for "Anak Pocong Hadir Dalam Acara Puncak Agustusan"