Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tertidur Selama 8 Hari, Hantu Omni Selalu Mengganggu Mencoba Membunuh

Aku menyesal awal bulan Oktober 2020 itu tertidur hingga 8 Oktober. Di dalam mimpi itu, hantu yang bernama "Omnibus Law" sangat mengganggu, mencekik leherku. Bahkan mencoba membunuhku. 

Kita mundur sejenak. Pada tahun 2019 lalu, Omnibus Law ini dipidatokan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo saat dilantik ke dua kalinya.

Saat mendengarkan itu, bulu kuduk ku merinding. Seperti ada yang sedang mengintai. Rasa was-was selalu mengampiri. Saat itu aku menjadi orang yang mudah terkejut dan paranoid.

Lanjut masuk awal tahun 2020. Omnibus Law ini sudah banyak ditentang oleh berbagai kaum. Demo di mana-mana. Pasalnya, Omnibus Law ini yang dalilnya mensejahterakan rakyat. Namun malah menyengsarahkan.

Namun demikian, Pemerintah masih tetap melanjutkannya. Bahkan diberikan waktu 100 hari ke DPR untuk menyelesaikannya. Aku semakin takut. Rasa awas semakin menjadi-jadi. Kalimat Omnibus Law selalu terdengar. Setiap malam saat aku pejamkan mata bayang-bayang Omnibus Law selalu ada. Hingga aku memutuskan tertidur dengan mata terbuka.

Lanjut, draf Omnibus Law ini masuk ke DPR. Dikatakan tanggal 8 Oktober akan diputuskan disahkan atau tidaknya Omnibus Law itu.

Oke. masuk awal Oktober, aku sengaja tertidur agar aku tahu hasil 8 Oktober. Kali ini aku mencoba menutup mata. Biarlah Omnibus Law (kita sebut hantu Omni) selalu hadir.

Sebelumnya aku sengaja selama 8 tidak tidur. Biar 8 hari berikutnya aku tertidur. Masuk malam pertama, aku sangat ketakutan. Pasalnya, hantu Omni ini mencoba memegang ku. Tetapi aku masih bisa menghindar. 

Malam kedua pun, hantu Omni ini mulai menampakan dirinya. Perlahan dia menunjukkan warna aslinya. Di dalam mimpiku, mata terasa perih, cahaya terang bewarna putih itu sangat menyilaukan, hingga di dalam mimpi itu keringat ku bercucuran sangking panasnya. 

Malam ketiga, mulai terang. Ternyata hantu Omni ini bewarna putih. Dengan wujud badan selembar kertas, kaki tangan lengkap, namun kepalanya banyak sekali dengan lidah yang panjang sekali.

Masuk malam keempat, rasa awas semakin meningkat. Pasalnya, di badan hantu Omni mulai tampak tulisan. 

"Aku akan membunuh mu. Aku mencekik mu. Hutan mu akan ku habiskan. Laut mu akan aku cerami". 

Bahkan tulisan yang mengacam pun terus bermunculan. Malam itu aku semakin takut. Hantu Omni ini mengejarku. Lidahnya, tanganya mencoba mencekik leherku. Sedangkan tangan kirinya memegang pisau mencoba menikam ku. Namun, aku berhasil bersembunyi di dalam sebuah gedung yang sangat besar dengan ribuan kursi kosong.

Masuk malam kelima semakin mencekam. Aku didapatkan oleh hantu Omni. Aku mencob berteriak namun suara ku semakin menghilang, lantaran lidah dan tangannya mencekik ku. Aku mencoba berteriak di sebuah microfon, namun suara ku hilang timbul. Aku mencoba lagi, ternyata microfonnya rusak.

Saat itu aku pasrah saja. Kira ku aku akan mati sebelum melihat sah atau tidaknya Omnibus Law itu.

Beruntung, seseorang berhasil menolong ku. Dengan suara lantang datang dari gedung itu. 

"Hey. Kau hantu Omni. Pergi kau," ujar seseorang dari atas gedung.

Sontak, aku pun melihat dan hantu Omni itu pun langsung ketakutan. Leher dan tangannya mulai lesu. Kepala yang banyak itu, tiba-tiba ketakutan. Matanya menjelit. Seseorang itu mendekati ku. Hantu Omni itu tiba-tiba berubah bentuk, menjadi sehelai kertas, tangan, kaki dan kepalanya hilang.

Kemudian aku bertanya kepada orang itu, siapa anda,? kenap tiba-tiba hantu Omni ini takut?.

Dia menjawab, "Kau tak perlu tahu. Aku lah yang selalu mencari hantu Omni ini. Saat ini kertas ini akan aku pegang. Kau tak perlu takut. Pulang lah sana. Biar aku yang akan memegang hantu Omni ini," tegasnya.

Tiba-tiba aku langsung pingsan. Saat aku terbangun aku sudah berada di depan pintu gedung itu.

Saat diperjalan pulang, aku sangat senang lantaran hantu Omni tidak lagi datang. Tetapi bencana alam tiba-tiba datang. Dari gempa, tsunami, angin topan, tornado. 

Untungnya aku berhasil mengindari itu semua. Hingga pada akhirnya aku tiba di rumah dan masuk ke dalam tubuhku.

Pada saat aku terbangun dari mimpi, aku langsung melihat tanggal. Ternyata aku tertidur selama 8 hari.  Kemudian aku langsung menonton TV. Tiba-tiba melihat di sebuah siaran di mana-mana sedang terjadi demo. 

Pikirku padahal tanggal 8 itu, akan diadakan sidang paripurna oleh DPR. Kenapa orang pada berdemo. Ternyata setelah aku melihat lebih dalam lagi, sidang paripurna diadakan tanggal 5. Aku kecewa, menyesal kenapa tertidur. Kenapa juga dipercepat menjadi tanggal 5 tengah malam pula.

Ternyata orang berdemo itu, menolak Omnibus Law. Naskah yang ada tidak sesuai. Ricuh di mana-mana. 

Hingga pada akhirnya, angin membawa suara ke telingaku. Dia berkata, "Tidak apa Omnibus Law disahkan. Uang penting Hantu Omni ini sudah aku pegang. Tidak akan lepas," angin lalu itu.

Aku pun kemudian membaca berita. Ternyata, naskah Omnibus Law itu, terus berubah. Hingga final 812 halaman. Tetapi saat ini belum bisa dibaca naskahnya.


Post a Comment for "Tertidur Selama 8 Hari, Hantu Omni Selalu Mengganggu Mencoba Membunuh"