Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ritual Adat Masih Melekat di Seberang Kota Jambi

Ritual adat di Daerah Kota Jambi, tepatnya di Arab Melayu, masih melekat. Pasalnya, ritual ini digelar pada saat ada korban tenggelam di Sungai Batanghari. Ritual dilakukan dengan cara menabur sesajen, yang terdiri dari beras kunyit, kembang tujuh rupa, garam,  dan telur.

Pada Kamis (15/10/2020) kemarin, seorang anak berusia 7 tahun menjadi korban dan hilang di Sungai Batanghari.

Untuk itu, warga setempat membantu tim Basarnas untuk mencari korban. Ketua RT 04 Arab Melayu, Said Jafar dengan seorang wanita, melakukan penaburan sesajen. Sebelum turun ke Sungai, mereka terlebih dahulu memanjatkan doa dan sejumlah ritual lainnya.

"Ini sudah ritual atau kebiasaan kita, beberapa kejadian, ada korban yang berhasil kita temukan," kata Said, Kamis, (15/10) siang.

Dikatakannya, ritual seperti itu sudah menjadi tradisi di kawasan Arab Melayu, Pelayangan.

Dengan tradisi tersebut, masyarakat meyakini, segala sesuatu yang berada didalam sungai, atau yang mereka sebut sebagai penghuni sungai tersebut, melepas dan memperlihatkan korban ke permukaan.

"Kita berupaya, berdoa kepada Tuhan dan melakukan tradisi ini, dengan harapan, jika korban masih berada dibawah sini atau belum jauh dari sini segera ditemukan atau dikembalikan," tambahnya.

Ritual ini pun tidak berlangsung lama, usai menabur sesajen, mereka kembali ke tepi Sungai.


Post a Comment for "Ritual Adat Masih Melekat di Seberang Kota Jambi"