Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dasar Teori Pemidanaan

Teori pemidanaan merupakan dasar-dasar pembenaran dan tujuan pemberian pidana. Pada dasarnya teori pemidanaan terdiri atas tiga golongan, yaitu;



1. Teori Absolut (Pembalasan)
Menurut teori ini pidana dijatuhkan semata-mata karena orang telah melakukan suatu kejahatan atau tindak pidana. Pidana merupakan akibat mutlak yang harus ada sebagai pembalasan kepada orang yang telah melakukan kejahatan. Jadi dasar pembenaran dari pidana terletak pada adanya atau terjadinya suatu kejahatan. Menurut Immanuel Kant dalam “Philosophy of Law” disebutkan bahwa: pidana tidak pernah dilaksanakan semata-mata sebagai sarana untuk mempromosikan tujuan atau kebaikan lain, baik bagi si pelaku maupun bagi masyarakat, tetapi hanya dilakukan karena orang yang bersangkutan telah melakukan sesuatu kejahatan.

Selanjutya, Immanuel Kant berpendapat bahwa:
“Dasar hukum pemidanaan harus dicari kejahatan itu sendiri, yang telah menimbulkan penderitaan pada orang lain. sedang hukuman itu merupakan tuntutan yang mutlak (absolute) dari hukum kesusilaan. Di sini hukuman itu merupakan suatu pembalasan yang etis’’.

Sementara, Herbart menyatakan bahwa;
“ Kejahatan menimbulkan perasaan tidak enak pada orang lain. Untuk melenyapkan perasaan tidak enak itu, pelaku kejahatan harus diberi hukuman sehingga masyarakat puas’’.

2. Teori Relatif
Menurut teori ini pidana bukanlah sekedar melakukan pembalasan pada orang yang telah melakukan tindak pidana, tetapi pidana memiliki tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat, seperti; untuk melindungi masyarakat, untuk mengurangi frekwensi kejahatan, pencegahan dan sebagainya. Jadi dasar pembenaran pidana menurut teori ini terletak pada tujuannya. Untuk pencegahan ini dibedakan menjadi 2 yaitu;

a. Prevensi Spesial ; pengaruh pidana ditunjukkan pada pelaku pidana, pidana dimaksudkan untuk mempengaruhi tingkah laku terpidana sehingga tidak akan melakukan tindak pidana lagi. Menurut Roger Hood “Selain untuk mencegah terpidana petensial melakukan tindak pidana, melakukan pidana juga untuk memperkuat kembali nilai-nilai sosial dan menenramkan rasa takut masyarakat terhadap kejahatan”.



b. Prevensi General; Pengaruh pidana ditunjukkan untuk masyakat pada umumnya, dengandijatuhi pidana bagi si pelaku kejahatan maka diharapkan masyarakat tidak melakukan perbuatan yang sama.

3. Teori Gabungan
Teori ini muncul sebagai reaksi atas kedua teori yang saling bertentangan tersebut, pada teori ini pidana dimaksudkan selain sebagai pembalasan atas perbuatan yang telah dilakukan tetapi juga pidana yang diberikan juga memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Dengan menelaah teori-teori di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pemidanaan adalah.

a. Menjarakan penjahat;
b. Membinasakan atau membuat tak berdaya lagi si penjahat;
c. Memperbaiki penjahat.

Menurut Lamintang ada 3 pokok pemikiran tujuan pemidanaan yaitu;

a. Untuk memperbaiki pribadi dari penjahat itu sendiri;
b. Untuk membuat orang menjadi jera untuk melakukan kejahatan-kejahatan;
c. Untuk membuat penjahat-penjahat tertentu tidak mampu untuk  melakukan kejahatannya lainya (yakni penjahat-penjahat yang tidak dapat diperbaiki lagi).

Post a Comment for "Dasar Teori Pemidanaan"