Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indra Ramadan, Si Penulis Disabilitas yang Mengubah Psikolog





Keterbatasan fisik bukanlah suatu alasan untuk tidak terus berkarya. Suatu tulisan, dari karya kaum Disabilitas di Jambi, disajikan untuk mengubah pandangan masyarakat agar tidak terus mendiskriminasikan atau membeda-bedakan suatu kaum. Ia adalah, Indra Ramadan (17), warga RT 27, RW 06 No. 56, kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Anak ketiga dari Ibu Halima. Indra mempunyai keterbatasan fisik, yaitu sulit untuk berjalan.

Walauapun sulit untuk berjalan, Indra masih mempunyai lutut, untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pendidikan terkahir Indra hanya sebatas Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Jambi. Selama di sekolah, Indra selalu menulis. Banyak dari pikirannya menciptakan karya-karya, yang ia simpan di harta karunnya (Handphone Adroid). Satu Karyanya yang direalisasikan yaitu, buku yang berjudul “Bukan Puisi, Bukan Novel, Tapi ‘D’.

Melalui buku ini,Indra berharap agar setiap manusia bisa memanusiakan. Tidak terbeda-beda. Karena semuanya dicipta olehnya. Walaupun mempunyai keterbataasan fisik, Indra mempunyai cita-cita yang besar. Kelak ia ingin membangun Yayasan untuk kaum Disabiltas.

Di yayasan itu, semua yang Disabilitas diinginkannya bisa maju, juga di yayasan tersebut mempunyai percetakan dan penerbitan buku. Saat ditemui di rumahnya, di ruang tamu itu, Indra menceritakan semuanya. Kadang tawa lepas dengan mata yang sipit, saat menceritakan masa lalunya. Sesekali mata yang berkaca-kaca menghampiri, saat ditanyai keadaan. Namun dapat dipastikan Indra adalah sosok yang ceria, canda tawa selalu bersamanya. Indra mengatakan, selepas dari SLB ia selalu berada di rumah, hingga umur 17.

Kesehariannya diisi dengan membaca, bernyanyi dan beribadah. “Aku suko baco artikel. Artikel yang aku baco, Filsafat, Agama, Psikologi dan Sejarah. Untuk sejarah, aku suko dengan sejarah dunia,” ujarnya di beranda rumah, Selasa (30/6/2020). Kata Indra, Ia ingin menjandi penulis. Jadi ia membuat buku pertamanya untuk menyatakan perasaan tentan Disabilitas. Supaya orang-orang disabilitas bisa maju.

“Buku ini untuk tidak menyerah. Buku ini pun bukan untuk disabilitas be. Saya ciptakan untuk semuanya. Untuk bangkit,” tegasnya, dengan raut wajah yang serius.

Ditambahkannya, isi dalam buku itu menceritakan tentang kehidupan sehari-harinya sebagai penyandang disabilitas. Lanjut, Indra menambahkan, proses pembuatan buku itu, ia habiskan dalam waktu sebulan. Tepatnya di bulan Ramadhan. Untuk menulis,Indra menggunakan Handphone Adroidnya.

“Saat bulan puasa saya buatnya. Di malam takbiran buku itu selesai. Proses idenya yang lama. Untuk nulis aku buatnyo dari Handphone,” lanjutnya.

Melalui buku itu, Indra berharap, untuk kaum disabilitas agar tidak mudah menyerah. Kejarlah cita-cita, walaupun orang tidak percaya. Disabilitas harus maju.

“Harapan saya besar, besar nian. Buku itu bukan sekedar kisah dewek, tapi aku bayangin kawan-kawan yang lain. yang mungkin dio punyo cita-cita, punyo masa depan yang diperjungan, dan orang banyak dak percayo. Walaupun orang lain dak percayo, kito seharusnyo mencari jalannyo. Melaui buku itu, semua ado caronyo dan lengkap. Aku biso, kalian harus biso jugo,” harapanya.

Kata Indra, setiap Disabilitas itu ada keahliannya sendiri. Harus mulai melangkah dan semuanya akan bisa. Baca saja di buku itu. “Bukan Puisi, Bukan Novel, Tapi D,” tutupnya, sambil tersenyum.

Untuk kawan-kawan yang ingin membeli bukunya, bisa langsung mengkontak Indra Ramadhan. Indra Ramadan 0895 6048 6155 3 Facebook : https://www.facebook.com/indra.ramadan.927543

Post a Comment for "Indra Ramadan, Si Penulis Disabilitas yang Mengubah Psikolog"